Dari IgosCenter
Daftar isi |
Apa itu Clonezilla?
Clonezilla adalah perangkat lunak open source untuk meng-cloning, serta melakukan backup dan recovery harddisk . Software ini bersumber pada distro Debian Live, DRBL, Partition Image, ntfsclone, dan udpcast. Clonezilla dirancang oleh Steven Shaiu dan dikembangkan oleh NCHC Free Software Labs di Taiwan. Kalau dalam software proprietary, software ini serupa dengan Norton Ghost. Clonezilla dapat di unduh di http://www.clonezilla.org/download/
Tipe Clonezilla
Ada dua tipe Clonezilla,yaitu
Clonezilla live
Clonezilla live cocok untuk digunakan untuk membackup dan restore pada mesin tunggal(stand alone desktop). Clonezilla live memungkinkan Anda untuk menggunakan CD / DVD atau USB flash drive untuk boot dan menjalankan Clonezilla (Unicast saja).
Clonezilla SE (edisi server)
Clonezilla SE termasuk dalam DRBL, sehingga DRBL server terlebih dahulu harus diset untuk menggunakan Clonezilla sehingga dapat melakukan clone massal (unicast, broadcast dan multicast yang didukung). Sehingga Clonezilla SE cocok digunakan pada sistem jaringan. Pada situs resminya (www.clonezilla.org) disebutkan bahwa Clonezilla SE dapat digunakan untuk mengclone 41 komputer dengan sistem 5,6 GBytes secara bersamaan hanya butuh waktu sekitar 10 menit melalui multicasting!Luar biasa bukan?!
Fitur Clonezilla
>Bebas (GPL) Software.
>Filesystem yang didukung: (1) ext2, ext3, ext4, reiserfs, Reiser4, xfs, jfs dari GNU / Linux, (2) FAT, NTFS dari MS Windows, (3) HFS + dari Mac OS, (4) UFS FreeBSD, NetBSD , dan OpenBSD, dan (5) VMFS dari VMWare ESX. Oleh karena itu Anda dapat clone GNU / Linux, MS windows, berbasis Intel Mac OS, dan FreeBSD, NetBSD, dan OpenBSD, tidak peduli itu 32-bit (x86) atau 64-bit (x86-64) OS.
>Mendukung LVM2 (sedangkan LVM versi 1 tidak)
>Mendukung Grub (versi 1 dan versi 2)
>Mendukung sistem Multicast pada Clonezilla SE, yang cocok untuk clone massal. Anda juga dapat meremote penggunaannya, untuk membackup atau merestore sekelompok komputer jika PXE dan Wake-on-LAN didukung pada klien Anda.
>Dibuat berdasarkan partclone , Partimage , ntfsclone , dan dd untuk clone partisi. Tidak hanya itu, Clonezilla juga berisi beberapa program lain, yang dapat menyimpan dan mengembalikan tidak hanya partisi, tetapi juga seluruh disk.
>Dengan menggunakan free software drbl-winroll, hostname, group, dan SID dari clone MS windows dapat otomatis ikut serta terdeteksi.
Keterbatasan
>Partisi tujuan harus sama atau lebih besar dari satu sumber.
>Diferensial / incremental backup belum diimplementasikan.
>Online imaging / cloning belum diimplementasikan. Partisi yang akan dicitrakan atau dikloning harus unmount.
>Software RAID / RAID fake tidak didukung secara default. Tapi dapat dilakukan secara manual saja.
>Karena keterbatasan format image, image tersebut tidak dapat dieksplorasi atau dimount.
Memulai menggunakan Clonezilla Live
Diasumsikan kita telah melakukan booting pada media penyimpanan Clonezilla baik itu via cd, usb,hdd,dan dsb. Maka akan tampil seperti ini :
Kemudian klik enter saja, maka akan berlanjut pada menu berikutnya seperti
Kemudian pilihlah bahasa sesuai kebutuhan, kemudian enter. Maka akan tampil seperti
Silahkan pilih keyboard mapping sesuai kebutuhan. Pada default keymap yang digunakan adalah US English. Maka dari itu, biarkan pilihan tetap pada Don’t touch keymap, lalu tekan Enter. Kemudian enter. Selanjutnya akan tampil seperti ini
Pilihlah mode Start Clonezilla untuk memulainya. Kemudian Enter. Dan Clonezilla pun siap digunakan dengan memilih mode yang diinginkan,yaitu :
>device-image : clone / restore disk atau partisi ke atau menggunakan image.
>device-device : clone / restore disk ke disk, atau partisi ke partisi.
Kontributor: 9064





