Dari IgosCenter
Distro Linux menjual berbagai jenis pakaian. Oops ... salah ding. Distro Linux adalah karya monumental open source, berupa racikan sistem operasi dan program aplikasi dengan bumbu eye candy nan cantik, siap dipakai para user open source. Tanpa distro, para newbie sampai lamer, saderek hacker hingga cracker, terpaksa berurusan dengan mentahan (bukan duit nih) open source berupa kode sumber yang masih harus dikompile dan disatukan sana-sini. Hmmm ... masih terlalu techie ya istilahnya ? Ok, pakai analogi saja biar gampang. Distro itu ibaratnya nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauknya di atas tampah, siap disantap. Tanpa distro, anda cuma punya gabah padi, ayam hidup, bayam di kebon, itupun belum ada bawang dan garamnya.
Pada artikel ini, kita akan ngobrol bahwa ternyata distro itu ada banyak, mirip seperti tumpeng ada buatan Lumpia Semarang, Bale Gazebo, Tengku Angkasa, hingga mbok Painem. Pilih yang mana ? Semuanya enak, tergantung selera masing-masing :D
Daftar isi |
Proses Membuat Distro
Sekilas Sistem Operasi
Secara umum, perangkat lunak komputer dapat dikelompokkan sebagai sistem operasi dan program aplikasi. Sistem operasi adalah perangkat lunak paling awal yang dimuat saat komputer dihidupkan, dan akan terus berjalan selama komputer hidup. Di atas sistem operasi, perangkat lunak lainnya dapat dimuat saat diperlukan oleh pengguna, dan dapat dihentikan bila sudah tidak dipakai lagi.
Sistem operasi merupakan perangkat lunak yang langsung mengelola berbagai perangkat keras komputer (prosesor, memori, piranti masukan/keluaran, dll) dan membaginya untuk aplikasi-aplikasi agar dapat berjalan dengan lancar. Apabila beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi mengatur penjadwalan yang tepat, sehingga sedapat mungkin semua proses yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan sumber daya yang ada dengan efektif dan efisien. Boleh di kata, sistem operasi adalah perangkat lunak yang paling penting. Setiap komputer pasti perlu sistem operasi. Sementara itu, program aplikasi dapat dipasang hanya yang perlu saja, sesuai keperluan pengguna.
Untuk dunia komputer pribadi, sistem operasi yang sangat populer saat ini adalah a.l.: Windows, Linux, MacOS, dan FreeBSD. Windows dan MacOS bersifat propriatery, sedangkan Linux dan FreeBSD termasuk perangkat lunak open source. Oleh karena itu khalayak umum bebas untuk untuk mengembangkan Linux ataupun FreeBSD sesuai keperluan. Sekitar tahun 1993, sistem operasi Linux mulai dipaketkan menjadi satu dengan berbagai program aplikasi. Inilah yang di kenal sebagai distro Linux (singkatan dari Distribution).
Sejarah GNU/Linux
Sejak akhir 1960-an, sistem operasi yang paling populer adalah Unix. Sistem operasi ini dikembangkan oleh Bell Laboratory untuk komputer menengah atas (mini computer - main frame) yang saat itu memang sedang merajai dunia perkomputeran. Begitu populernya Unix sehingga muncul berbagai variannya seperti Dec-Ultrix, HP-UX, IBM-AIX, DG-UX dan masih banyak lagi. Demi menertibkan hal ini, pada awal tahun 1980-an, AT&T sebagai pemegang lisensi Unix membatasi penggunaanya dengan ketat, dan menarik bayaran yang tinggi bagi penggunanya.
Hal ini membuat kecewa banyak pihak, terutama kalangan akademisi karena harga Unix kini menjadi mahal, dan tidak bebas digunakan untuk penelitian karena rahasianya dikekang oleh lisensi. Sebagai reaksinya, muncullah proyek GNU pada tahun 1984 dengan tujuan mengembangkan sistem operasi yang menyerupai Unix dan dapat digunakan pada perangkat keras komputer yang kompatibel dengan mesin POSIX. Nama GNU sendiri diambil dari kependekan “GNU is Not Unix”. Intinya, GNU adalah sistem operasi yang dikembangkan menyerupai sistem operasi Unix namun seluruh kode sumbernya dibangun dari awal sehingga tidak terikat oleh lisensi propriatery yang telah dimiliki Unix.
Berbeda dengan Unix, GNU dibangun dengan semangat kebebasan dari exploitasi komersil yang mengekang penggunaan perangkat lunak. Banyak pemrogram, terutama kalangan peneliti, tertarik dengan semangat ini. Pada tahun 1985 Richard Stallman mempelopori didirikannya Free Software Foundation (FSF), sebuah organisasi yang menampung berbagai macam pengembangan program dan aplikasi yang berbasis kode sumber terbuka (open source) dan bebas (free software). Untuk mengatur kepemilikan dan melindungi hak atas kekayaan intelektual dari program dan aplikasi yang bersifat terbuka dan bebas itu menjadi milik publik dan bukan milik pribadi / perusahaan saja, dikenalkanlah lisesi GNU GPL (General Public License).
Pada awal tahun 1990, proyek GNU telah berhasil menciptakan sekaligus mengumpulkan berbagai program dan komponen sistem yang dibutuhkan untuk membangun sebuah sistem operasi, termasuk didalamnya adalah libraries, compilers, editor, Unix Shell dan juga sistem X Windows yang menyediakan antar-muka grafis untuk pengoperasian sistem operasinya. Namun proyek ini kemudian mengalami kendala pada bagian kernel (inti sistem operasi). Pada tahun 1991, Linus Torvalds, seorang mahasiswa dari University of Helsinski memulai proyek pembuatan kernel yang diberi nama Linux. Linus hendak membuat sistem operasi baru sebagai alternatif untuk menggantikan sistem operasi Minix, sistem operasi berbayar varian dari Unix yang dikembangkan oleh Andrew S Tanenbaum dan banyak digunakan untuk bidang pendidikan. Kernel Linux kemudian dikirimkan ke Internet. Gayung bersambut, kernel Linux kemudian dikembangkan oleh berbagai kalangan, mulai dari programmer, hacker dan juga oleh komunitas yang gemar mengotak-ngatik program komputer (lebih dikenal dengan istilah nerds) dari seluruh penjuru dunia.
Perpaduan antara komponen sistem operasi GNU dan kernel Linux ini kemudian saling melengkapi menjadi sebuah sistem operasi yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses komputerisasi seperti layaknya Unix dan sistem operasi berbayar lainnya. Linux berikut program-program utilitas yang berada di bawah naungan GNU kemudian dikenal sebagai sebuah sistem operasi terbuka (open source) yang bebas untuk digunakan, disebarkan, bahkan dimodifikasi oleh siapa saja, asalkan menghormati lisensi publiknya. Dengan adanya sistem operasi GNU/inux yang bebas, makin banyak pemrogram yang ikut serta dalam gelombang open source. Muncullah berbagai program aplikasi yang berada dibawah lisensi GNU, dan dapat diperoleh secara cuma-cuma dan legal dengan cara mengunduhnya langsung dari internet. Dengan demikian sistem operasi GNU/Linux dan berbagai aplikasi open source makin siap saja sebagai perangkat lunak yang lengkap untuk digunakan di komputer server maupun desktop.
Meski demikian, pengguna GNU/Linux pada tengah dekade 1990-an masih terbatas diantara para nerd yang paham benar komputer. Hal ini karena kernel Linux, utilitas GNU dan berbagai program aplikasinya harus dikumpulkan satu peratu dari Internet dalam bentuk kode sumber, kemudian dikompilasi dan dipadukan sendiri. Mustahil bagi orang awam untuk melakukannya. Menyadari hal tersebut, muncullah para hackers yang khusus mengumpulkan berbagai kode sumber open source, mengkompilasi seluruhnya dengan benar, dan memadukannya sehingga menjadi sistem komplit yang siap pakai. Sistem ini kemudian bisa disebarkan melalui media rekam (pada masa itu masih melalui floppy disk). Inilah yang kemudian di sebut distro.
Komponen Distro Linux
Secara umum, distro Linux adalah kumpulan sistem operasi GNU/Linux berikut aplikasinya. Sebagau sistem operasi, Linux bisa disetarakan dengan Windows. Hanya saja, Windows adalah sistem operasi yang semuanya dibuat oleh Microsoft. Linux sebaliknya adalah gabungan komponen yang dibuat oleh banyak pihak. Komponen-komponen yang membangun sebuah distro Linux dapat dirinci sebagai berikut :
- Kernel : adalah inti sistem operasi yang secara langsung mengelola perangkat keras bagi perangkat lunak lain (yang akan berjalan di atas kernel). Layanan fundamental yang diemban kernel meliputi : manajemen sumber daya, device driver, file input/output, komunikasi, dan security. Kernel Linux dibuat oleh
Linus Torvald & rekan. Dan sebaiknya anda tahu, secara resmi yang bernama Linux hanyalah bagian kernel ini.
- Base : adalah bagian perangkat lunak yang menyediakan layanan dasar bagi aplikasi, umumnya berupa pustaka (libraries). Ada ratusan pustaka untuk beragam layanan seperti database, komunikasi, grafik, audio, video hingga games. Banyak aplikasi hanya bisa berjalan dengan pustaka tertentu, sehingga distro harus memuat pustaka yang tepat. Sebagian besar pustaka dasar ini adalah proyek GNU yang dipelopori oleh Richard Stallman.
- Core : merupakan bagian dari sistem operasi yang penting bagi pemakaian komputer namun tidak menjadi syarat perlu bagi aplikasi lain. Core yang penting diantaranya adalah: kompiler, teks console, shell, dan GUI desktop manager. Sebagian besar komponen ini sering dipakai, terutama desktop GUI. Asiknya di Linux, ada banyak Desktop GUI seperti KDE, GNome, XFCE, Fluxbox dan masih banyak lagi. Tidak heran kalau Linux bisa tampil dengan berbagai riasan wajah yang cantik.
- Daemon : Daemon (atau service) adalah program-program yang bekerja di latar belakang agar komputer tersebut bisa menjadi server, misalnya web server (Apache), e-mail server (Qmail, Postfix, SendMail), atau ftp-server (ProFTP, WU-FTP, VS-FTP).
- Aplikasi: inilah perangkat lunak yang secara langsung dipakai oleh pengguna untuk keperluan tertentu. Untuk keperluan sehari-hari inilah aplikasi Linux yang sudah terbukti produktif:
- Office : MS Office --> Open Office, KOffice, StarOffice, Abiword
- Photo Editor : Gims.
- Drawing Editor: Inkscape, dia, kivio
- Browser : Firefox, SeaMonkey, Konqueror, Mozzila, Galeon, Opera, Netscape
- E-Mail : Mozzila Mail, K-Mail
- Music Player : XMMS, Audacieus, Amarok
- Multimedia Player: VLC, MPlayer, Xine
- Acrobat Reader: Adobe Acrobat, K-pdf, X-pdf
Pembuatan distro Linux
Proses pembuatan distro Linux pada dasarnya adalah mengumpulkan program-program open source dan memadukannya sehingga siap pakai. Program ini umumnya diunduh dari Internet sebagai kode sumber. Kode sumber ini harus melalui proses kompilasi dan pemaketan terlebih dahulu sebelum menjadi sebuah kumpulan program lengkap yang stabil, terintegrasi dan siap digunakan dengan baik. Secara umum, ada tiga metode pembuatan distro Linux sebagai berikut.
- From Scratch. Metode ini membuat Linux dari awal menggunakan kode sumber sebagai komponen utama. Kode sumber kemudian di compile agar menjadi paket. Paket kemudian dilengkapi dengan isolinux dan system utilities agar dapat diproses menjadi sebuah distro Linux yang lengkap dan dapat digunakan dengan baik.
Berkas:Metode Linux From Scratch
- Remastering. Metode Remastering menggunakan distro Linux induk yang sudah berfungsi dengan baik sebagai komponen utama. Distro induk kemudian ditambahkan dengan paket-paket lain yang sesuai dengan kebutuhan. Hasil instalasi distro induk dan paket yang telah menjadi file image kemudian dilengkapi dengan kostumisasi agar memiliki tampilan yang sesuai dengan kehendak pembuatnya dan di proses menjadi sebuah distro Linux turunan baru yang dapat digunakan dengan baik.
- Live CD. Pembuatan distro Linux dengan menggunakan metode Live CD menggunakan distro Linux induk yang sudah berfungsi dengan baik, paket-paket tambahan yang sesuai dengan kebutuhan dan kostumisasi yang sesuai dengan kehendak pembuat sebagai komponen utama. Hasil instalasi distro induk, paket dan kustomisasi yang telah menjadi file image kemudian dilengkapi dengan kernel yang memiliki komponen unionfs di proses menjadi sebuah distro Linux Live CD yang dapat digunakan dengan baik.
Distro Populer atau Unik
Kan sudah diceritakan kalau komponen penyusun Linux itu yang buat banyak orang, dari segala penjuru dunia. Buat user awam, tentunya repot kalau harus mengumpulkan satu-persatu. Jadi ada pihak yang berinisitip memadukan berbagai komponen tersebut, mencocokan antar modul, testing, sehingga yakin jalan bagus. Hasil paduan yang siap kirim dan tinggal pasang, disebut distro. Urusan membuat distro ini mirip bisnis masakan padang. Bahan dan bumbu dasar sama, tapi hasil akhir hasil akhir tergantung selera kokinya. Jadilah tersedia berbagai distro Linux, mulai Slackware sampai Lindows. Saat ini, ada ratusan distro Linux yang terdaftar di Distro Watch. Berikut ini beberapa yang populer.
Slackware
Inilah distro tertua yang masih hidup (the oldest living distro). Di buat pertamakali oleh Patrick Volkerdi pada tahun 1993, saat ini Slackware masih aktif dikembangkan. Slackware dikenal sebagai distro klasik, dengan motto : stable, secure, speedy and sensible. Manajemen paketnya menggunakan pkgtools (format tgz/tlz). Beberapa distro yang diturunkan dari Slackware misalnya: Vector Linux dan Zenwalk.
Debian
Distro ini terkenal sebagai distro yang ketat menjaga kemurnian open source. Hanya peket-paket yang 100% berlisensi open source boleh masuk ke dalam distro ini. Kelebihan paling top dari distro ini adalah manajemen paketnya (apt-get) yang sangat memudahkan pengguna menginstall berbagai aplikasi open source dengan benar. Debian menjadi inspirator untuk distro-distro: Knoppix, Mepis, Ubuntu, dan masih banyak lagi.
Redhat/Fedora
Pada masanya, distro ini adalah standar industri GNU/Linux. Berbagai perangkat keras dan aplikasi dinyatakan lulus uji Linux compatible jika bisa bekerja mulus dengan Redhat. Manajemen paketnya disebut RPM (Redhat Package Manager). Saat ini perusahaan Redhat berkembang untuk mendukung Enterprise Linux yang komersial, sementara versi komunitas akhirnya berganti nama menjadi Fedora. Berbagai distro terkenal sedikit banyak berkembang dari Redhat, termasuk: Fedora, Mandrake/Mandriva, SUSE, maupun CentOS.
Gentoo
Distro ini unik karena disebarkan dalam bentuk kode sumber. Saat instalasi, pengguna harus mengkompilasinya sendiri. Dengan demikian sistem terpasang akan dioptimasi sesuai dengan komputer pengguna.
Analogi Mobil
Kalau diibaratkan mobil, maka distro Linux itu:
- Suse = Mercedes. Cakep, guedhe, komplit. Suse berkembang di Eropa, hackernya banyak yang ikut proyek KDE. Jadi kalau soal desktop KDE, nggak ada yang ngalahin Suse.
- UBuntu = BMW. Keren, enak disetir, dukungan paket sangat mendukung.
- Redhat/Fedora = Kijang. Nggak rewelan, serba guna, buat mejeng juga masih oke.
- Debian=VW kodok. Klasik, 100% open source.
- Slackware=Jip Off Road. Andal dan bandel.
- Gento=Ferrari Sport. Kenceng tapi musti bisa ngoprek sendiri.
- Lindows=Timor. Ambil Linux gratis, disepuh sedikit mirip Windows, pasang merek, dijual lagi :)
Jadi semuanya punya keunikan sendiri-sendiri. Kalau anda kenal dengan baik, anda tahu mesti pakai yang mana untuk apa.
Kontributor: Kocil