Dari IgosCenter
Daftar isi |
LAN (Local Area Network)
Local Area Network merupakan salah satu arsitektur jaringan yang paling sederhana dan dapat dikembangkan menjadi arsitektur jaringan yang lebih luas cakupannya. Luas cakupan LAN itu sendiri tidak melebihi dari satu area yang terdiri dari beberapa terminal yang saling dihubungkan sehingga menambahkan fungsi dari terminal itu sendiri Layanan-layanan yang dapat diberikan LAN adalah penggunaan file bersama (file sharing) atau penggunaan printer bersama, (printer sharing).
Biasanya LAN menggunakan satu server untuk melayani kebutuhan clientnya, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan >1 server, tergantung kebutuhan dari client itu sendiri. Biasanya yang menjadi pertimbangan adalah jenis layanan yang dibutuhkan dan performansi jaringan itu sendiri. Apabila jenis layanan yang dibutuhkan banyak (mail, web, ftp server), maka sebaiknya server yang digunakan lebih dari satu dan hal tersebut akan mempengaruhi kinerja jaringan yang menggunakan layanan-layanan terserbut.
Penamaan terminal dalam suatu jaringan menggunakan apa yang disebut IP Address (Internet Protocol Address). Sedang penamaan penamaan server berdasarkan nama domainnya disebut DNS (Domain Name Server). Kedua cara penamaan ini merupakan cara penamaan yang biasa digunakan dalam jaringan. Hal-hal lebih lanjut akan kita bahas langsung pada pengaplikasian instalasi jaringan pada bahasan selanjutnya.
Penamaan alamat IP
IP Address digunakan untuk mengidentifikasi interface jaringan pada host dari suatu mesin. IP Address adalah sekelompok bilangan biner 32 bit yang di bagi menjadi 4 bagian yang masing-masing bagian itu terdiri dari 8 bit (sering disebut IPV4). Untuk memudahkan kita dalam membaca dan mengingat suatu alamat IP, maka umumnya penamaan yang digunakan adalah berdasarkan bilangan desimal. Misal :
11000000 10101000 00001010 00000001 192 168 10 1
Bilangan biner sendiri terdiri dari angka 0 dan 1, jika 0 maka tak bernilai dan 1 maka bernilai, nilai pada setiap angka bit biner tidak sama untuk lebih jelasnya lihat daftar ini:
| Bit ke | 8 | 7 | 6 | 5 | 4 | 3 | 2 | 1 |
| 2 pangkat | 7 | 6 | 5 | 4 | 3 | 2 | 1 | 0 |
| Nilai | 128 | 64 | 32 | 16 | 8 | 4 | 2 | 1 |
Pembagian kelas IP
Alamat IP dibagi menjadi kelas-kelas yang masing-masing mempunyai kapasitas jumlah IP yang berbeda-beda. Pada Tabel 1.1 ditampilkan kelas-kelas pengalamatan IP. Pada tabel tersebut x adalah NetID dan y adalah HostID
| Kelas | Kisaran | Jumlah IP |
|---|---|---|
| A | 0.0.0.0 - 127.255.255.255 | 16.777.214 |
| B | 128.0.0.0 - 191.255.255.255 | 65.532 |
| C | 192.0.0.0 - 223.255.255.255 | 254 |
| D | 224.0.0.0 - 255.255.255.255 | 16 |
Subnetting
Subnetting adalah pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi bagian-bagian yang lebih kecil lagi. Tujuan dalam melakukan subnetting ini adalah :
- Membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
- Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
- Keteraturan
Kelas A subnet : 11111111.0000000.00000000.00000000 (255.0.0.0) Kelas B subnet : 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0) Kelas C subnet : 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0)
Contoh Perhitungan Subnetmask
Suatu jaringan dengan IP jaringan 192.168.10.0 ingin membagi menjadi 5 jaringan kecil (masing-masing 48 host),
yang artinya harus dilakukan proses subnetting dalam jaringan tersebut.
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah membagi IP jaringan tersebut (192.168.10.0 <- kelas C)
menjadi blok-blok yang masing-masing blok minimal terdiri dari 48 host.
Seperti kita telah ketahui bahwa tiap-tiap kelas C mempunyai 255 IP maka perhitungannya adalah :
255/5 = 51
Masing-masing subnet mempunyai 49 alamat IP (masing-masing diambil 2 untuk IP broadcast dan IP network).
Berikut adalah pengelompokan dari jaringan-jaringan tersebut :
192.168.10.0 - 192.168.10.50 digunakan oleh jaringan 1 192.168.10.51 - 192.168.10.101 digunakan oleh jaringan 2 192.168.10.102 - 192.168.10.152 digunakan oleh jaringan 3 192.168.10.153 - 192.168.10.203 digunakan oleh jaringan 4 192.168.10.204 - 192.168.10.224 digunakan oleh jaringan 5
Subneting diperlukan agar host pada satu jaringan tidak dapat mengakses host pada jaringan lain secara langsung.
Untuk pembagian 51 host :
51 = 00110011 (biner)
Nilai 8 bit tertinggi dari subnetting kelas C adalah :
255 = 11111111 (biner)
lalu
11111111 - 00110011 = 11001100 (8 bit terakhir dari subnet kelas C) = 204
maka IP subnetmask nya : 255.255.255.204
Kontributor: Estiyand