Using of Clonezilla

Dari IgosCenter

Langsung ke: Navigasi, Cari

Ketika akan menginstalkan linux pertama kali saya menggunakan sisa harddisk yang masih kosong yaitu sekitar 10 GB (root dan home) karena saya pikir linux akan menjadi secondary OS yang saya pakai. Linux yang saya pakai adalah distro Ubuntu.

Dan ternyata saya salah, makin ke sini Ubuntu makin asik. Hampir bebas dari gangguan virus, stabil, ga buat pc lambat, anti-heng, aplikasi gratisannya banyak (hampir semuanya deh) dan yang paling penting Ubuntu ini gratis-tis apalagi kalo cd/usb installernya minjem, beuh 100% free tuh! Wekeke.. :D

tampilan partisi hardisk di laptop saya sekarang:



Perhatikan mount poin / dan /home. Kedua partisi tersebut sebelumnya adalah partisi C: Windows 7. Perhatikan pula mount point /media/BOBOHO, partisi ini dulunya adalah Ubuntu saya dengan 5 GB sebagai root dan 5 GB sebagai home.

Kok jadi begini? Bukan sulap, bukan sihir karena saya yakin Deddy Corbuzier belum pernah mencobanya. hehe Ok, saya akan memaparkan step by stepnya.

1. Di sini saya menggunakan Clonezilla live yang dapat diunduh di SourceForge. Yang saya pakai versi 1.2.6-59.

2. Kemudian burn image ke cd. Saya memakai Brasero disk burner.



3. Setelah selesai, masukkan Cd yang berisi clonezilla tersebut dan pilih booting dari CD.

4. Pilih Clonezilla live.



5. Selanjutnya kalau saya pilih Bahasa Inggris sih, hehe



6. Pilih Don't Touch Keymap



7. Pilih Start Clonezilla



8. Untuk kita akan melakukan langsung dari dan ke partisi harddisk maka pilih device-device.



9. Tidak seperti biasanya, sekarang saya memilih Expert (biar ga ada yang kelewat). :D



10. Pilih mode part to local part



11. Pilih source drive mana yang akan dikloning (gambar di bawah adalah contoh ya! :D).



12. Pilih target drive mana yang akan dijadikan calon / atau /home. Warning! File-file yang ada di drive tujuan akan hilang, jadi pastikan data tersebut sudah dibackup sebelumnya.



13. Jika pertama kali kita memindahkan drive /, maka lakukan hal yang sama ketika memindahkan (mengkloning) drive /home.

14. Setelah selesai, mungkin terdapat pesan error. Itu terjadi karena terjadi kesalahan dalam proses mounting dan cara menyelesaikannya kita harus mengeditnya dengan membuka terminal lalu ketikkan perintah df:



lalu buka terminal baru, ketikkan sudo nano /etc/fstab dan cocokkan!!



15. Setelah selesai, kemudian restart.

16. Mission accomplished!


Kontributor: Rhsm

(c) Igos Center Bandung, 2009